Minggu, 09 Februari 2014
DAFTAR BUPATI TUBAN
Nama-nama Bupati Tuban Mengetahui sejarah Tuban belum lengkap tanpa mengetahui nama-nama bupati yang pernah memimpin Kabupaten Tuban tercinta ini. Periode kepemimpinan di Kabupaten Tuban dapat dikelompokkan menjadi dua periode yaitu sebelum kemerdekaan dan setelah kemerdekaan. Berikut nama-nama Bupati Tuban beserta periode kepemimpinannya:
Nama Bupati sebelum kemerdekaaan Republik Indonesia (1945):
- 1. RA. DANDANG WATJONO ( 1264-1282 )
- 2. RH. RONGGOLAWE ( 1282-1291 )
- 3. RH. SIROLAWE ( 1291-1306 )
- 4. RA. SIROWENANG ( 1306-1326 )
- 5. RH. LENO ( 1326-1349 )||
- 6. RH. DIKORO ( 1349-1401 )||
- 7. RA. TEJO ( 1401-1419 )
- 8. RH. WILWOTIKTO ( 1419-1460 )
- 9. KH. NGRASEH ( 1460-1507 )
- 10. KA. GELILANG ( 1507-1553 )
- 11. KA. BATUBANG ( 1553-1573 )
- 12. RH. BALEWOT ( 1573-1628 )
- 13. P. SEKARTANJUNG ( 1628-1661 )
- 14. P. NGANGSAR ( 1661-1668 )
- 15. P.H. PERMALAT ( 1669-1686 )
- 16. P. SALAMPE ( 1686-1707)
- 17. P.H. DALAM ( 1700-1707 )
- 18. P. POJOK ( 1707-1723 )
- 19. P. ANOM ( 1723-1730 )
- 20. P. SOEDJONO POETRO ( 1730-1737 )
- 21. RA. BALABAR ( 1737-1748 )
- 22. P. SOEDJONO POETRO ( 1748-1755
- 23. RA. JOEDONGORO ( 1755-1766 )
- 24. RA. SURYO DININGRAT ( 1766-1773 )
- 25. RA. DIPOSENO ( 1773-1779 )
- 26. KT. TJOKRONEGORO ( 1779-1792 )
- 27. KT. POERWONEGORO ( 1792-1799 )
- 28. K. LIEDER SOERODINEGORO ( 1799-1802 )
- 29. R. SOEROADIWIDJOJO ( 1802-1814 )
- 30. P. TJITROSUMO VI ( 1814-1821 )
- 31. P. TJITROSUMO VII ( 1821-1841 )
- 32. P. TJITROSUMO VIII ( 1841- 1861 )
- 33. P. TJITROSUMO XI ( 1861-1883 )
- 34. RM SOEMOBROTO ( 1883-1893 )
- 35. RA. KOESOEMADIGDO ( 1893-1909 )
- 36. RA. PRINGGOWINOTO ( 1909-1919 )
- 37. RA. PRINGGODIGDO ( 1919-1927 )
- 38. R.M.A.A. KOESUMOBROTO ( 1927-1944 )
- 39. RT. SOEDIRMAN H ( 1944-1946)
Nama Bupati setelah kemerdekaan Republik Indonesia ( 1945 ):
- 1. KH. MOESTA’IN (1946-1956)
- 2. R. SOENDAROE (1956-1958)
- 3. R.ISTOMO (1958-1959)
- 4. R. SANDJOJO (1959-1960)
- 5. M. WIDAGDO (1960-1968)
- 6. R. SOEPARMO (1968-1970)
- 7. R.H. IRCHAMNI (1970-1975)
- 8. MOCH. MASDUKI (1975-1980)
- 9. SOERATI MOESRAM (1980-1985)
- 10. Drs. DJOEWAHIRI MARTO PRAWIRO (1985-1991)
- 11. Drs. SJOEKOR SOETOMO (1991-1995)
- 12. H. HINDARTO (1996-2001)
- 13. Dra. H. HAENY RELAWATI R.W., M.Si (2001-2011)
- 14. Drs. KH.FATHUL HUDA,M.M. (2011-Sekarang).
Itulah nama-nama bupati yang pernah memimpin kabupaten Tuban.
SEJARAH KOTA BOJONEGORO
Kabupaten Bojonegoro, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Ibu kotanya adalah Bojonegoro. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Tuban di utara, Kabupaten Lamongan di timur, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Madiun, dan Kabupaten Ngawi di selatan, serta Kabupaten Blora (Jawa Tengah) di barat. Bagian barat Bojonegoro (perbatasan dengan Jawa Tengah) merupakan bagian dari Blok Cepu, salah satu sumber deposit minyak bumi terbesar di Indonesia
Bengawan Solo mengalir dari selatan, menjadi batas alam dari Provinsi Jawa Tengah, kemudian mengalir ke arah timur, di sepanjang wilayah utara Kabupaten Bojonegoro. Bagian utara merupakan Daerah Aliran Sungai Bengawan Solo yang cukup subur dengan pertanian yang ekstensif. Kawasan pertanian umumnya ditanami padi pada musim penghujan, dan tembakau pada musim kemarau. Bagian selatan adalah pegunungan kapur, bagian dari rangkaian Pegunungan Kendeng. Bagian barat laut (berbatasan dengan Jawa Tengah) adalah bagian dari rangkaian Pegunungan Kapur Utara.
Kota Bojonegoro terletak di jalur Surabaya-Cepu-Semarang. Kota ini juga dilintasi jalur kereta api jalur Surabaya-Semarang-Jakarta
Kabupaten Bojonegoro terdiri atas 27 kecamatan, yang dibagi lagi atas sejumlah 419 desa dan 11 kelurahan. Pusat pemerintahan di Kecamatan Bojonegoro.
Masa kehidupan sejarah Indonesia Kuno ditandai oleh pengaruh kuat kebudayaan Hindu yang datang dari India sejak Abad I. Hingga abad ke-16, Bojonegoro termasuk wilayah kekuasaan Majapahit. Seiring dengan berdirinya Kesultanan Demak pada abad ke-16, Bojonegoro menjadi wilayah Kerajaan Demak. Dengan berkembangnya budaya baru yaitu Islam, pengaruh budaya Hindu terdesak dan terjadilah pergeseran nilai dan tata masyarakat dari nilai lama Hindu ke nilai baru Islam dengan disertai perang dalam upaya merebut kekuasaan Majapahit (wilwatikta). Peralihan kekuasaan yang disertai pergolakan membawa Bojonegoro masuk dalam wilayah Kerajaan Pajang (1586), dan kemudian Mataram (1587).
Pada tanggal 20 Oktober 1677, status Jipang yang sebelumnya adalah kadipaten diubah menjadi kabupaten dengan Wedana Bupati Mancanegara Wetan, Mas Tumapel yang juga merangkap sebagai Bupati I yang berkedudukan di Jipang. Tanggal ini hingga sekarang diperingati sebagai hari jadi Kabupaten Bojonegoro. Tahun 1725, ketika Pakubuwono II (Kasunanan Surakarta) naik tahta, pusat pemerintahan Kabupaten Jipang dipindahkan dari Jipang ke Rajekwesi, sekitar 10 km sebelah selatan kota Bojonegoro sekarang.
Masyarakat Samin
Dusun Jepang, salah satu dusun dari 9 dusun di Desa Margomulyo yang berada di kawasan hutan memiliki luas 74,733 hektar. Jarak sekitar 4,5 kilometer dari ibu kota Kecamatan Margomulyo, 69 kilometer arah barat-selatan atau kurang lebih dengan jarak tempuh antara 2-2,5 jam perjalanan dengan kendaraan dari ibu kota Bojonegoro dan 259 kilometer dari ibu kota Provinsi Jawa Timur (Surabaya).
Masyarakat Samin yang tinggal di dusun tersebut, adalah figur tokoh atau orang-orang tua yang gigih berjuang menentang Kolonial Belanda dengan gerakan yang dikenal dengan Gerakan Saminisme, yang dipimpin oleh Ki Samin Surosentiko. Dalam Komunitas Samin tidak ada istilah untuk membantu Pemerintah Belanda seperti menolak membayar pajak, tidak mau kerja sama, tidak mau menjual apalagi memberi hasil bumi kepadaPemerintah Belanda. Prinsip dalam memerangi Kolonial Belanda melalui penanaman ajaran Saminisme yang artinya sami-sami amin (bersama-sama) yang dicerminkan dan dilandasi oleh kekuatan, kejujuran, kebersamaan dan kesederhanaan.
Sikap perjuangann mereka dapat dilihat dari profil orang samin yakni gaya hidup yang tidak bergelimpangan harta, tidak menjadi antek Belanda, bekerja keras, berdoa, berpuasa dan berderma kepada sesama. Ungkapan-ungkapan yang sering diajarkan, antara lain: sikap lahir yang berjalan bersama batin diungkapkan yang berbunyi sabar, nrimo, rilo dan trokal (kerja keras), tidak mau merugikan orang lain diungkapkan dalam sikap sepi ing pamrih rame ing gawe dan selalu hati-hati dalam berbicara diungkapkan ojo waton ngomong, ning ngomong kang maton. Lokasi masyarakat Samin (dusun Jepang) memiliki prospek untuk dikembangkan menjadi obyek Wisata Minat Khusus atau Wisata Budaya Masyarakat Samin melalui pengembangan paket Wisata Homestay bersama masyarakat Samin. Hal yang menarik dalam paket ini ialah para wisatawan dapat menikmati suasana dan gaya hidup kekhasan masyarakat Samin. Untuk rintisan tersebut, kebijakan yang telah dilakukan adalah melalui penataan kampung dan penyediaan fasilitas sosial dasar.
Tari tayub
Tayub merupakan tari pergaulan yang populer bagi masyarakat Bojonegoro dan sekitarnya. Tarian ini biasanya dilakukan oleh pria dengan diiringi gamelan dan tembang Jawa yang dilantunkan oleh waranggono yang syairnya sarat dengan petuah dan ajaran.
Pertunjukan tari ini banyak dipergunakan untuk meramaikan kegiatan hajatan yang banyak dilaksanakan oleh warga Bojonegoro ataupun kegiatan kebudayaan yang lain. Biasanya dalam mengadakan kegiatannya, tarian tayub ini sudah terkoordinasi dalam suatu kelompok tertentu dengan nama khas masing-masing.
Biasanya kelompok-kelompok tari tayub ini banyak terdapat di Kecamatan Temayang dan Bubulan yang terletak sekitar 30 km dari Kecamatan Kota Bojonegoro.
Wayang thengul
Wayang Thengul adalah kesenian wayang khas ponorogo yang populer juga di Bojonegoro. dalam bentuk 3 dimensi dengan diiringi gamelanpelog/slendro seperti halnya reog ponorogo.
Walaupun wayang thengul ini jarang dipertunjukkan lagi, tetapi keberadaannya tetap dilestarikan di Kabupaten Bojonegoro, khususnya di Kecamatan Kanor yang berasalkan dari kata KANORAGAN karena pada ssat itu warok ponorogo menunjukan kekuatan kanoragaanya di sela- sela pentas reog ponorogo dan wayang thengul, daerah ini yang berjarak ± 40 Km dari Kota Bojonegoro. Sedangkan jalan cerita dari wayang thengul ini lebih banyak mengambil warok suromenggolo dan sekitarnya.
Produk unggulan
Kerajinan mebel kayu jati
Produk unggulan ini telah lama dikenal dan berkualitas ekspor, karena Bojonegoro merupakan penghasil kayu jati berkualitas. Corak dan desain telah disesuaikan dengan situasi zaman, baik lemari, buffet, meja, kursi atau tempat tidur.
Adapun daerah-daerah yang terkenal sebagai industri mebel yaitu diantaranya sukorejo dan temayang. apa yang membedakan mebel bojonegoro dengan mebel yang lain, mebel bojonegoro dibuat dari kayu-kayu jati asli dan memiliki umur yang bisa di bilang sudah cukup tua, dengan menggukan kayu yang tua maka hasil mebelnya dan ukirannya akan sangat indah sehingga memberikan corak yang khas.
Kerajinan bubut-cukit
Bentuk souvenir kayu jati khas Bojonegoro yang tetap menonjolkan guratan kayu jati. Penggarapannya dilakukan secara teliti dan detail, tapi tetap mempertimbangkan aspek estetika. Khususnya berupa miniatur mobil, sepeda motor, becak, kereta api, jam dinding atau guci, penghias interior.
Kerajinan limbah kayu
Kerajinan limbah kayu jati yang dibentuk menjadi karya seni dalam berbagai model sudah merambah pasar ekspor ke berbagai negara.
Kerajinan batu onix
Bojonegoro memiliki tambang batu onix yang melimpah sehingga berbagai produk kerajinan onix dapat dihasilkan dengan kualitas sangat memuaskan. Pusat kerajinan batu onix terdapat di Kecamatan Bubulan.
Ledre
Ledre adalah makanan khas Bojonegoro. Berbentuk gapit (seperti emping gulung) dengan aroma khas pisang raja yang manis. Sangat tepat untuk teman minum teh atau dan sajian tamu atau untuk oleh-oleh.
Perbedaan ledre dengan gapit yaitu ledre lebih halus, lembut dan aroma pisangnya menyengat, sementara gapit agak kasar. selain dari pisang raja ledre juga bisa terbuat dari berbagai pisang misalnya pisang saba, pisang hijau, pisang susu,dll. tetapi yang khas di daerah bojonegoro atau lebih optimalnya dalam membuat ledre yaitu menggunakan pisang raja.
Salak Wedi[sunting | sunting sumber]
Salak Wedi rasanya manis, masir, renyah, segar dan besar. Dapat dijumpai di setiap pekarangan rumah penduduk di desa Wedi dan sekitarnya. Perbedaan Salak Wedi dengan salak lain, seperti Salak Pondoh, adalah kandungan air yang lebih banyak sehingga membuat Salak Wedi terasa lebih segar.
Keberadaan Salak Wedi sudah ada sejak puluhan bahkan ratusan tahun silam, yang secara turun-temurun telah menjadi sumber pendapatan bagi warga Desa Wedi. Konon asal muasal bibit salak ini pertama kali dibawa oleh seorang Ulama' yang mengajarkan agama Islam di desa Wedi. Dari bibit tersebut terus berkembang hingga tidak hanya desa Wedi tetapi meliputi juga beberapa desa sekitar Wedi, yaitu Kalianyar dan Tanjungharjo.
Blimbing Ngringinrejo
Blimbing dengan berat 2 - 3 ons per buah dapat dijumpai di kebun buah desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro. Rasanya manis, segar dan harum, sangat tepat untuk hidangan penutup, rujak dan lain-lain.
Agrowisata tembakau
Bojonegoro adalah penghasil tembakau virginia terbesar di Indonesia dan telah lama dikenal sebagai tembakau terbaik di dunia. Hijaunya tanaman tembakau hampir di seluruh wilayah Bojonegoro dapat dilihat antara bulan Mei - Oktober.
Tempat wisata
Bojonegoro memiliki banyak tempat wisata meskipun belum terkelola secara maksimal. Akan tetapi hal ini tentu saja bisa menjadi daya tarik tersendiri. Berikut adalah beberapa diantaranya:
Kahyangan Api
Merupakan sumber api alam yang menyala sepanjang tahun. dan terletak pada posisi yang sangat strategis yaitu dikelilingi oleh hutan-hutan yang dilindungi dan bebas dari pencemaran polusi. selain sumber api abadi di kahyangan api juga terdapat mata air yang konon dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit kulit. Anehnya air ini dari jauh berbau busuk tetapi setelah mendekat baunya itu hilang dan dari jauh air ini kelihatang seperti air mendidih tetapi kalau kita sudah mengambilnya maka air tersebut terasa dingin dan sejuk. Konon, menurut suatu cerita rakyat, keampuhan lokasi Kahyangan Api telah dirasakan semenjak pemerintah Maha Prabu Angling Dharma (Sri Aji Dharma) dari Malawapati, yang melatih para prajurit Malawapati di lokasi Kahyangan Api tersebut. Bahkan, ada beberapa pusaka Malawapati yang ditempa di Kahyangan Api, termasuk pusaka-pusaka andalan Kerajaan Malawapati dan Kerajaan Bojonegoro pada zaman Hindu madya di masa silam. Meskipun benar tidaknya cerita tersebut belum diketahui secara pasti, Serat Astra Dharma yang saat ini tersimpan di salah satu museum terkenal di Belanda, dapat menjelaskan bahwa hal tersebut benar-benar nyata. Serat yang ditulis pada masa Raja Astra Dharma alias Prabu Purusangkana, ayah kandung Prabu Angling Dharma (putera Prabu Kijing Wahana, suami Dewi Pramesthi) yang legendaris tersebut. Apabila Serat Astra Dharma tersebut dapat dikembalikan ke Indonesia, dapat diketahui dengan pasti bagaimana silsilah raja-raja Malawapati, Yawastina, dan Mamenang yang bersumber dari satu asal yaitu Prabu Parikesit, raja Hastinapura dari India.
Waduk Pacal
Waduk Pacal yaitu merupakan salah satu tempat wisata yang ada di bojonegoro, wisata ini menyuguhkan lingkungan alam yang sangat mempesona karena di kelilingi oleh bukit-bukit yang sangat indah.
Wana Wisata Dander
keunggulan dari wisata ini yaitu tempat yang sangat luas dan dilengkapi dengan padang golf, wisata ini sangat cocok untuk anak-anak karena selain padang golf, disana juga terdapat berbagai macam permainan anak-anak, seperti taman bermain, kolam untuk mandi bola, kolam renang dan sungai yang sangat jernih dengan keadaan sekelilingnya yang sejuk dan tentu saja bebas dari polusi.
Forum Warga Bojonegoro]
Forum yang diadakan oleh masyarakat Bojonegoro dimana membahas permasalahan yang ada, baik oleh warga yang tinggal di Bojonegoro ataupun diluar daerah. Dan forum ini memperbolehkan anggota untuk mengirimkan saran dan kritik atas kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Bojonegoro. Sehingga Kebijakan yang diambil oleh PemKab diharapkan dapat memenuhi harapan dan kesejahteraan masyarakat.
Sabtu, 08 Februari 2014
DAFTAR BUPATI BOJONEGORO
Daftar Bupati BOJONEGORO
|
|
Jumat, 07 Februari 2014
KARYA ILMIAH REMAJA " BUAH SAWO "
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Buah sawo termasuk buah yang sudah familiar didengar tetapi mungkin belum banyak orang yang mengenal lebih dekat buah sawo. Dibalik rasanya yang manis , ternyata buah sawo menyimpan banyak manfaat selain hanya dimakan langsung. Salah satunya bisa menjadi obat diare yaitu getah buah dan daunnya. Getahnya juga bisa digunakan untuk campuran gula-gula.
Selain kaya gula, sawo juga mengandung zat gizi lain seperti mineral, vitamin, karbohidrat, dan serat pangan. Buah ini juga baik untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Buah sawo (Achras sapota L) cukup dikenal masyarakat Indonesia. Baunya harum dan rasanya manis lezat. Dalam bahasa Inggris, sawo disebut sapodilla, chikoo, atau sapota. Di India, sawo disebut chikoo, di Filipina dikenal sebagai tsiko, dan di Malaysia ciku. Masyarakat Tionghoa menyebut buah sawo sebagai hong xiêm.
1.2 Tujuan
• Memperkenalkan kepada masyarakat manfaat buah sawo selain untuk dimakan langsung
• Memperkenalkan kepada masyarakat khasiat-khasiat buah sawo
1.3 Perumusan Masalah
a. Apa sajakah khasiat dari Buah Sawo ?
b. Mengatasi beberapa penyakit dengan buah sawo ?
c. Bagaimana pemanfaatan buah sawo untuk bahan makanan ?
1.4 Sistematika Penulisan
Karya tulis ini disusun menurut sistematika penulisan sebagai berikut :
BAB I :Pendahuluan yang meliputi Latar Belakang, Tujuan Penulisan Karya Tulis, Perumusan Masalah dan Sistematika Penulisan
BAB II : Telaah Pustaka
BAB II I :Metode Penelitian
BAB IV :Hasil Penelitian meliputi, Pembahasan
BAB V :Penutup meliputi, Kesimpulan
BAB II TELAAH PUSTAKA
2.1 Pengertian sawo
Sawo n 1 pohon, bercabang rendah, kayunya berat awet, buahnya dapat dimakan; sawo kecik; Manilkara kauki;2 kayu sawo;(kamus besar bahasa indonesia)
Sawo sebagai buah yang manis rasanya, selain kaya gula juga mengandung zat gizi lain seperti mineral, vitamin, karbohidrat dan serat pangan. Buah ini juga baik untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah.
2.2 Pengertian buah
Buah n 1 bagian tumbuhan yg berasal dr bunga atau putik (biasanya berbiji): pohonmangga itu banyak --nya; 2 kata penggolong untuk menghitung bermacam-macam benda:dua -- kapal; se-- negeri; dua -- rencana; 3 pokok bahan: -- percakapan; 4 hasil: -- jerih payahnya kini dapat dinikmati oleh keturunannya; sebab -- dikenal pohonnya, pb dr perbuatan atau perangai seseorang dapat diketahui asalnya; -- manis berulat didalamnya, pb perkataan yg manis-manis biasanya mengandung maksud yg kurang baik; (kamus besar bahasa indonesia)
Buah adalah organ pada tumbuhan berbunga yang merupakan perkembangan lanjutan dari bakal buah (ovarium). Buah biasanya membungkus dan melindungi biji. Aneka rupa dan bentuk buah tidak terlepas kaitannya dengan fungsi utama buah, yakni sebagai pemencar biji tumbuhan.
Pengertian buah dalam lingkup pertanian (hortikultura) atau pangan adalah lebih luas daripada pengertian buah di atas dan biasanya disebut sebagai buah-buahan. Buah dalam pengertian ini tidak terbatas yang terbentuk dari bakal buah, melainkan dapat pula berasal dari perkembangan organ yang lain. Karena itu, untuk membedakannya, buah yang sesuai menurut pengertian botani biasa disebut buah sejati.
Buah seringkali memiliki nilai ekonomi sebagai bahan pangan maupun bahan baku industri karena di dalamnya disimpan berbagai macam produk metabolismetumbuhan, mulai dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, alkaloid, hinggaterpena dan terpenoid. Ilmu yang mempelajari segala hal tentang buah dinamakanpomologi.
2.3 Khasiat buah sawo
Selain kaya gula, sawo juga mengandung zat gizi lain seperti mineral, vitamin, karbohidrat, dan serat pangan. Dan menyimpan banyak khasiat untuk obat diare yaitu getah buah dan daunnya,buah ini juga baik untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Khusus untuk obat diare, ada dua cara, yang pertama gunakan lebih kurang 15 tetes getah buah muda, kemudian diseduh dengan 1/2 gelas air matang panas. Hasil seduhan diminum sekaligus. Cara kedua, ambillah satu buah sawo muda, cuci sampai bersih. Parut, lalu diperas dan disaring. Bila perlu tambahkan sedikit air matang. Selanjutnya diminum, 2 kali sehari. Selain buah sawo muda, daun sawo pun bisa dimanfaatkan, caranya sediakan satu mangkok daun, lalu cincang dalam dua gelas air bersih selama 15 menit. Air rebusan, kemudian diminum tiga kali sehari.
Biji sawo berwarna hitam berkilat atau coklat kehitaman. Bentuknya pipih dan besar. Biji sawo mengandung saponin, kuersetin, dan minyak sebanyak 23 persen. Biji sawo sebaiknya tidak dikonsumsi karena kandungan asam hidrosianik yang cukup tinggi dapat menjadi racun. Sementara itu, bunga sawo merupakan bahan utama pembuatan parem, yaitu bubuk obat tradisional yang digosokkan pada seluruh badan pada ibu yang baru melahirkan.
Rasa buah sawo yang manis membuat buah ini banyak penggemarnya. Rasa manis ini disebabkan kandungan gula dalam daging buah dengan kadar 16-20 persen.
Bukan hanya gula, dalam daging buah sawo terkandung pula lemak; protein; vitamin A, B, dan C; mineral besi, kalsium, serta fosfor. Komposisi gizi buah sawo dapat dilihat pada tabel.
Buah sawo memiliki kandungan mineral cukup baik. Kandungan kaliumnya,193 mg/100 g. Sawo juga memiliki kadar natrium, 12 mg/100 g. Perbandingan kandungan kalium dan natrium yang mencapai 16:1 menjadikan sawo sangat baik untuk jantung dan pembuluh darah. Selain kaya akan kalium, sawo juga mengandung sejumlah mineral penting lainnya.
Kandungan mineral per100 gram buah sawo:
No. Item Nutrisi
1 Kalsium 21mg
2 Magnesium 12 mg
3 Fosfor 12 mg
4 Selenium 0,6 mg
5 Seng 0,1 mg
6 Tembaga 0,09 mg
7 Vitamin C 14,7 mg
Sawo juga kaya akan vitamin C, yaitu 14,7 mg/100 g. Konsumsi 100 gram sawo dapat memenuhi 24,5 persen kebutuhan tubuh akan vitamin C setiap hari. Vitamin C dapat bereaksi dengan berbagai mineral di dalam tubuh. Vitamin C berperan penting dalam metabolisme tembaga.
Selain itu, konsumsi vitamin C dalam jumlah cukup dapat membantu meningkatkan penyerapan zat besi. Vitamin C juga dapat berinteraksi dengan berbagai vitamin lain, seperti vitamin E yang berfungsi sebagai antioksidan.
Buah sawo juga mengandung asam folat, 14 mkg/100 g. Asam folat diperlukan tubuh untuk pembentukan sel darah merah. Asam folat juga dapat membantu pencegahan terbentuknya homosistein yang sangat berbahaya bagi kesehatan.
Vitamin lain yang juga terkandung pada buah sawo adalah: riboflavin, niasin, B6, dan vitamin A. Meskipun dapat digunakan sebagai sumber vitamin dan mineral, sawo sebaiknya tidak diberikan kepada bayi karena getahnya dikhawatirkan akan mengganggu saluran pencernaan.
Buah sawo juga mengandung banyak gula sehingga baik untuk digunakan sebagai sumber energi. Namun, buah ini tidak dianjurkan bagi penderita diabetes melitus karena dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat.
Vitamin lain yang terkandung dalam buah sawo yakni riboflavin, niasin, B6, dan vitamin A. Meskipun dapat digunakan sebagai sumber vitamin dan mineral, sawo sebaiknya tidak diberikan kepada bayi karena getahnya dikhawatirkan akan mengganggu saluran pencernaan. Buah sawo juga mengandung banyak gula sehingga baik untuk digunakan sebagai sumber energi. Namun, buah sawo tidak dianjurkan bagi penderita diabetes melitus karena bisa
meningkatkan kadar gula darah dengan cepat.
2.4 Mengatasi beberapa penyakit dengan buah sawo ?
Sawo ternyata juga bisa bermanfaat sebagai mengobati beberapa penyakit seperti radang mulut, diare, dll Bagi penderita radang mulut, segeralah ambil satu mangkok daun sawo. Lalu cincang dalam 2 gelas air bersih, selama 10 menit. Pakai air hasil rebusan untuk berkumur. Sementara untuk menyembuhkan disentri, ambil 8 buah sawo muda, cuci bersih. Kunyah-kunyah halus dengan garam secukupnya. Sedikit demi sedikit ditelan, lalu minum air hangat. Lakukan 2 kali sehari hingga sembuh.
Berdasarkan penelitian, daun dan batang sawo ternyata mengandung falvonoida. Di samping itu daun juga mengandung saponin dan batangnya juga mengandung tanin. Zat-zat inilah yang mengambil peran penting, dalam menyembuhkan penyakit-penyakit di atas .
Daun dan batang buah sawo juga bisa menyembuhkan penyakit diare, ada dua cara, yang pertama gunakan lebih kurang 15 tetes getah buah muda, kemudian diseduh dengan 1/2 gelas air matang panas. Hasil seduhan diminum sekaligus. Cara kedua, ambillah satu buah sawo muda, cuci sampai bersih. Parut, lalu diperas dan disaring. Bila perlu tambahkan sedikit air matang. Selanjutnya diminum, 2 kali sehari. Selain buah sawo muda, daun sawo pun bisa dimanfaatkan, caranya sediakan satu mangkok daun, lalu cincang dalam dua gelas air bersih selama 15 menit. Air rebusan, kemudian diminum tiga kali sehari.
Ada bermacam-macam penyakit yang menyerang akibat pencernaan manusia. Salah satunya yang cukup menyiksa adalah buang air besar yang bercampur dengan lendir dan darah.
Biasanya para penderita penyakit ini kalau masuk kamar kecil (untuk buang air besar) tidak bisa dalam waktu yang singkat, akan tetapi memakan waktu yang cukup lama. Hal ini disebabkan karena kotoran tidak bisa dikeluarkan begitu saja, namun harus dilakukan dengan mengeden yang agar keras terlebin dulu.
Dan apabila apabila Anda mempunyai pederitaan seperti ini, atasilah dengan cara berikut, Sediakan 5 buah sawo manila yang masih muda (mengkal). Cuci hingga bersih, kemudian tumbuk sampai halus. Setelah itu campur dengan sedikit air hangat dan ditambah garam dapur secukupnya. Aduk hingga rata Lalu peraslah untuk diambil airnya. Masukkan air tersebut ke dalam gelas dengan menggunakan saringan, dan minumlah setiap hari 1 kali. Ulangi beberapa kaii hingga Anda dapat buang air dengan lancar dan tidak bercampur dengan lendir dan darah.
2.5. Bagaimana pemanfaatan buah sawo untuk bahan makanan ?
Karna rasanya yang manis, selain untuk dimakan langsung ternyata buah sawo juga bisa diolah menjadi beberapa olahan seperti sebagai berikut:
MANISAN BUAH SAWO (Basah)
Bahan-bahan:
1. Buah sawo, dipilih yang awal matang (belum lembek saat ditekan, kulit buah masih agak keras),
2. Gula pasir,
3. Asam sitrat (Citric Acid) / Sitrun sur (Citroen zuur),
4. Air
Alat:
Pisau, telenan, panci, baskom, kompor, sendok, saringan.
Petunjuk
1. Sawo dikupas, dibersihkan, diiris-iris sesuai selera,
2. Sawo dicuci bersih untuk menghilangkan getah,
3. Sawo di-blanching (direbus pada air mendidih selama 2-3 menit). Fungsinya untuk membuka pori-pori buah sehingga larutan gula lebih mudah meresap, serta untuk menonaktifkan enzim dalam buah.
4. Irisan sawo diangkat dan ditiriskan,
5. Membuat larutan gula dengan memanaskan air sesuai selera dengan gula pasir.
Ukuran perbandingan :
1 gelas air : 2 sendok makan gula pasir
= 200 mL : 10 gr gula pasir
6. Menambahkan asam sitrat kira-kira sebanyak 0,6%,
7. Direbus hingga mendidih kemudian dimatikan apinya,
8. Sawo dimasukkan dalam larutan gula,
9. Tunggu sampai dingin, lalu dikemas atau dihidangkan. Lebih enak santap dengan es.
Pengemasan :
1. Dikemas dalam plastik (yang agak tebal, kedap air) jika telah
dingin, bisa tahan hingga sekitar 1-1,5 hari.
2. Pengemasan dengan botol kaca :
- Botol dibersihkan, lalu direbus dalam air sampai mendidih selama 15 menit.
- Botol diangkat dan dikeringkan.
- Irisan sawo dimasukkan botol sampai tingginya 9/10 bagian botol.
- Larutan gula dimasukkan selagi masih panas.
- Botol berisi manisan dipanaskan dalam air mendidih selama 5-10 menit (tinggi air yang dipakai untuk memanaskan hampir sama dengan tinggi irisan sawo dalam botol).
- Botol diangkat dan segera ditutup.
MANISAN BUAH SAWO (Kering)
Bahan-bahan:
1. Buah sawo, dipilih yang awal matang (belum lembek saat ditekan,
2. kulit buah masih agak keras),
3. Gula pasir,
4. Asam sitrat (Citric Acid) / Sitrun sur (Citroen zuur),
5. Gula halus
6. Air
Alat :
Pisau, telenan, panci, baskom, kompor, sendok, saringan.
Petunjuk
1. Langkah 1-4 sama dengan manisan basah.
2. buat larutan gula dengan mencampurkan air, gula pasir 50%,
Ukuran perbandingan :
1 gelas air : 100 gr gula pasir
= 200 mL : 100 gr gula pasir
3. Menambahkan asam sitrat kira-kira sebanyak 0,6%,
4. Setelah mendidih api dimatikan.
5. Irisan sawo direndam dalam larutan gula kurang lebih semalam,
6. Irisan sawo ditiriskan kemudian ditaburi gula halus,
7. Irisan sawo dijemur/dikering-anginkan sampai tingkat kekeringan seperti kurma.
8. Taburi lagi dengan gula halus, kemudian dikemas.
Pengemasan :
Pengemasan bisa dilakukan menggunakan plastik (usahakan dapat kedap udara). Dapat tahan hingga 2 minggu atau lebih.
Catatan :
Kalau buah sawonya lembek atau sudah matang, sebelum di-
blanching direndam dulu dalam larutan kapur selama satu jam
BOLU SAWO HITAM MANIS
BAHAN :
• 5 buah (470 gram) sawo matang
• 4 butir telur
• 220 gram gula pasir
• 1/2 sendok teh soda kue
• 1/2 sendok teh baking powder
• 200 gram tepung terigu protein sedang
• 100 ml minyak sayur
CARA MEMBUAT BOLU SAWO HITAM MANIS :
1. Rebus sawo dengan air mendidih. Dinginkan. Kupas kulitnya dan haluskan dengan garpu. Sisihkan.
2. Kocok telur dan gula pasir sampai mengembang. Masukkan soda kue dan baking powder. Aduk rata.
3. Tambahkan tepung terigu sambil diayak bergantian dengan minyak sayur sedikit-sedikit sambil dikocok dengan kecepatan rendah.
4. Masukkan sawo sedikit-sedikit sambil diaduk perlahan.
5. Tuang adonan ke loyang tulban diameter 22 cm yang dioles margarin.
6. Oven 50 menit dengan suhu 190 derajat Celsius.
Catatan: Untuk 12 potong
SIRUP SAWO
Bahan:
1. 1 kg daging sawo yang matang penuh
2. 4g asam strat
3. 1 kg gua pasir
4. 2l air matang
5. 4 g CMC
6. 0,25 g potassium sorbat
Cara membuat:
1) Cuci buah untuk menhilangkan kotoran yang melekat, kupas kulitnya, kemudian hancurkan daging buah menjadi bubur buah.
2) Tambahkan air, aduk, kemudian saring untuk memisahkan sari buah dari ampasnya.
3) Campur gula pasir dan CMC larut, lalu aduk sampai tercampur rata
4) Tambahkan campuran gula pasir dan CMC ke dalam sari buah, aduk sampai semua gula dan CMC larut.
5) Tambahkan asam sitrat ke daam sari buah, aduk sampai asam sitrat larut.
6) Sebagai pengawet, tambahkan potassium sorbat (0,25 g per q l sirup), aduk sampai semua larut
7) Pasteurisasi dengan cara dipanaskan pada suhu 80 derajat C selama 10 menit.
8) Kemas sirup sawo menggunakan botol yang telah disterilkan terlebih dahulu
9) Atur botol yang telah ditutup dalam panci,tuangi air dingin, dan rebus selama 30 menit.
SARI BUAH SAWO
Bahan:
1. 1 kg daging buah sawo matang
2. 3 l air matag
3. 600 g gula pasir
4. 4 g asam sitrat
5. 4 g CMC
6. 0,25 g potasium sorbat
Cara mebuat:
1) Cuci buah sawo dengan air yag bersih, kupas kuliat buahnya, buang bijinya, dan ambil daging buahnya
2) Hancurkan daging uah menjadi bubur buah menggunakan blender. Tambahkan air, lalu aduk hingga merata
3) Saring bubur buah sampai diperoleh sari buah bebas serat.
4) Campur CMC dan gula pasir, aduk sampai tercampur merata. Tambahkan ke dalam sari buah.
5) Tambahkan asam sitrat ke dalam sari buah, aduk sampai semua asam sitrat larut. Sebagai pengawet, tambahkan potasium sorbat (o,25 g per 1 l sari buah)
6) Masak pada suhu 80 derajat selama 10 menit
7) Kemas sari buah ke dalam kemasan yang steril dan pasteurisasi dengan cara direbus
8) Atur botol yang telah ditutup dalam panci, tuangi air dingin, kemudian rebus selama 30 menit.
BAB III METODE PENELITIAN
1. Menemukan Masalah
Tim penulis ini menemukan masalah dari buah-buah yang belum terkenal khasiatnya seperti buah sawo yang walaupun luarnya saja yang terlihat jelek tapi ternyata dalamnya mengandung khasiat dan bisa diolah berbagai macam makanan seperti: es krim, dll
2. Menjelaskan Masalah
Tim penulis ini menjelaskan masalah dengan mengembangkan buah sawo selain hanya dimakan ternyata buah sawo bisa diolah berbagai macam makanan
3. Cara Perolehan Data
Tim kami memperoleh dari internet, maupun buku elektronik.
4. Kajian Data
Kajian data yang tim gunakan adalah data sekunder (data yang bersumber dari internet)
5. Instrument yang digunakan
Tim penulis ini menggunakan sistem internet dalam kegiatan penelitian
6. Objek yang Diobservasi
Objek yang diobservasi pada tim penulis ini adalah buah sawo.
7. Analisis Data
cara tim penulis ini menganalisis data adalah dengan cara analisis deskriptif.
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian
a. Sejarah buah sawo
Sawo berasal dari Amerika Tengah dan Meksiko. Di India, Sri Lanka, Filipina, Meksiko, Venezuela, Guatemala, dan Amerika Tengah, buah sawo sudah dibudidayakan secara komersial. Di Indonesia, sawo umumnya dibudidayakan sebagai tanaman pekarangan untuk dinikmati buahnya, terutama di daerah Sumatera Barat, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Barat.
Biji sawo berwarna hitam berkilat atau coklat kehitaman. Bentuknya pipih dan besar. Biji sawo mengandung saponin, kuersetin, dan minyak sebanyak 23 persen. Biji sawo sebaiknya tidak dikonsumsi karena kandungan asam hidrosianik yang cukup tinggi dapat menjadi racun. Sementara itu, bunga sawo merupakan bahan utama pembuatan parem, yaitu bubuk obat tradisional yang digosokkan pada seluruh badan pada ibu yang baru melahirkan.
Rasa buah sawo yang manis membuat buah ini banyak penggemarnya. Rasa manis ini disebabkan kandungan gula dalam daging buah dengan kadar 16-20 persen.
4.2 Kesimpulan
Berdasarkan artikel ini, tim penulis mengambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Di balik rasanya yang manis, buah sawo ternyata mengandung banyak khasiat seperti, baik kesehatan jantung dan pembuluh darah, dll.
2. Buah sawo ternyata juga menyimpan banyak manfaat, selain hanya untuk dimakan langsung ternyata buah sawo bisa diolah menjadi ice cream, manisan buah sawo yang kering maupun basah, dll.
4.3 Saran
Berdasarkan artikel ini penulis mengambil saran sebagai berikut :
1. Mari kita membudayakan flora dan fauna Indonesia seperti buah sawo, karena buah sawo juga mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan.
2. Memanfaatkan flora dan fauna Indonesia dengan cara yag baik, agar tidak merusak ekosistem sekitar.
STORY TELLING DANAU TOBA
LAKE TOBA
Once upon a time in
North Sumatra lived a young man named Toba. One day he go fishing in the lake.
He waited a long time and suddenly he got big and fresh a golden fish. Then
Toba went home. At home Toba was very surprised because the fish could talk. “Please don’t eat me.” Said golden fish.
“Who are you? How can you talk?” said Toba surprised. “I’m a golden fish,
please don’t eat me.” Said golden fish. “Mmm, all right.” Said Toba.
The next day, Toba
went farmer in the field. Toba farmer from morning until noon. He was very
hungry and tired, so he went home. At home, Toba was very surprised because
there was a beautiful girl who was cooking. “Who are you? Why are
you in my house?” said toba surprised. “I’m sorry, I was a golden fish and now I
human form, I’m here to give you some food, as a sign of my gratitude.” Said the
beautiful girl.
Time the past Toba
and the beautiful girl married and had a baby named Samosir. When Samosir is
seven years old, he was very lazy, stubborn, and mischievous. One day “Samosir, please deliver
this food to your father, mother was busy.” Said mother. “No, Mom! I want to
play!” said Samosir snapped. “Hey Samosir! What wrong with you? He’s
your father! He was hungry.” Said mother angry. Because mother
angry Samosir forced to deliver this food.
On the way to the
farm Samosir eat father lunch little by litte until the remaining few. When
Toba opened the eat box turn out it was empty, Toba was very angry to Samosir.
“Whaat? Where the food?!” said Toba very angry. “I’m sorry, Dad. I’m so
hungry.” Sampsir answered with anxiety.
Toba felt really
upset with his son. And, suddenly he said something rude that was forbidden. “Your manner is like a
little animal. It’s because your mother is a fish. So you are like her. Go away
from here!” Toba didn’t realize that what he said was so rude. He was
forbidden to tell about Samosir mother’s origin.
Samosir sad and
tell all to his mother. “Calm down, Samosir. Don’t cry anymore.
Now, all you have to do is climbed the highest tree and stayed there. There
will be a huge flood and this village will be sink and disappear.” Said mother.
Samosir went away
and climbed the highest tree in the village. Mother was really sad. She decided
to do suicide by jump to the lake. Suddenly, the sky was getting dark. Not so
long after that, the rain fall down. It was a great rain. The thunder and
lightning were so scary. Meanwhile, Toba was surprised by this disaster. He can
not save himself. And Samosir, although he climbed the highest tree, he still
can not escape the great disaster.
And then a small
island in the middle of the lake called Samosir Island. And the village was
submerged and became a large lake. The large lake is named TOBA.
Thank you for your attention
Wassalamualaikum wr. wb.
Langganan:
Postingan (Atom)





